Daniel Taruli Asi Harahap:
Adakah yang bisa memberi pencerahan tentang apa dan bagaimana HKBP harus merespon Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan: robot, internet of things, augmented reality, big data, simulation, 3D, Cibersecurity, Cloud computing, and system integration?

Bagaimanakah kehidupan rohani warga jemaat di era 4.0 tersebut? Apakah kemanusiaan kita semakin baik atau buruk? Apakah kebutuhan khususnya rohani warga yang harus dipenuhi oleh HKBP? Bagaimanakah sendiri wujud kesaksian, pelayanan dan persekutuan HKBP di era 4.0 tersebut yang sudah dimulai sejak 2016 itu? Apakah profesi atau panggilan pendeta termasuk yang hilang atau sangat berkurang di jaman itu? Terimakasih pencerahannya.

Richard Mangapul Hasiholan Hutahaean

Hal ini memang sudah ramai diperbincangkan. Dan sudah terjadi. Intinya :  revolusi four point o adalah dimana peran manusia telah digantikan oleh robot. Contoh : salah satu Bank terkemuka di tanah air telah mengurangi jumlah pegawai nya secara drastis dan menggantikan nya dengan mesin. Cetak resi, setor uang bahkan membuat buku tabungan baru telah digantikan pembuatan nya oleh mesin. Contoh lain adalah pembuatan mobil Mini Cooper yg nyaris 90% dikerjakan oleh robot dengan tingkat efisiensi yg tinggi. Amang bisa lihat di serial Mega Factories Nat Geo.

Bagaimanakah kehidupan rohani warga jemaat di era 4.0 tersebut?

Dugaan ku : manusia makin tidak mempercayai Tuhan. Dan ini sudah terjadi. Di beberapa kampus elit di Jakarta, makin banyak mahasiswa yang atheis walau di KTP masih tercantum agama mereka. Karena muak melihat tingkah laku ulama (ulama termasuk pendeta) dan tingkah laku manusia yg tidak humanis dan adil.

 Apakah kemanusiaan kita semakin baik atau buruk?

Ya. Semakin buruk. Sebab, kita lebih individualis lagi dan lebih mempercayai robot sebagai benda mati yg cerdas.

Apakah kebutuhan khususnya rohani warga yang harus dipenuhi oleh HKBP?

Ya tidak perlu lagi. Sudah ada Google.

Bagaimanakah sendiri wujud kesaksian, pelayanan dan persekutuan HKBP di era 4.0 tersebut yang sudah dimulai sejak 2016 itu?

Gampang. Dengar aja keluhan – keluhan jemaat yg ditulis jemaat di Grup ini. Dan sebagai ulama, ga usah sok jago apalagi sok tau segala nya dan konsumtif dan apalagi menjual Sorga. Jangan deh…

Apakah profesi atau panggilan pendeta termasuk yang hilang atau sangat berkurang di jaman itu?

Dugaan ku : Iya. Seperti yg saya katakan diatas, orang makin tak memerlukan seorang ulama. Sebab apapun yg ingin diketahui tentang ilmu Theologi dapat dengan mudah di googling saja. Dugaan ku lebih jauh. Gereja akan sepi pengunjung dan mungkin akan dijual untuk dijadikan bar atau tempat prostitusi (sebab, kebutuhan dasar manusia adalah sex) mengingat keterbatasan lahan sementara jumlah manusia terus bertambah. Gereja – gereja virtual akan bermunculan bak jamur di musim hujan. Apalagi Pendeta Virtual. Lebih banyak lagi bermunculan.

Lain kali kita berdua saja lah mendiskusikan ini Amang. Tentu sambil ngopi. Amang yg bayar ya… 🙂

https://youtu.be/bpH4eezD1Vg

https://youtu.be/PTe1EWq3b6U

https://youtu.be/20lc7pfabSY

https://youtu.be/EraTWpFk4Kg

https://youtu.be/ff8-rmHP9lk

https://youtu.be/WOe7MH6LOQc

https://youtu.be/gtIFpQKZ-94

Mauliate amang pandapot nami holan onma ” BIAR MIDA JAHOWA DO MULA NI HABISUHON DOHOT HAPISTARAN” maaf hami ndang partitel S1, S2, S3 ndang huboto hami manjabarhoni, pangidoan nian angka parhalado na gok tingki di ulahon ma tohonan na i denggan sitiruon di pambahenan, pangkataion, parange dht panghobasion di huria i unang mabiar molo pindah tugas tu daerah na miskin sinamot ni huria i haleluya haleluya haleluya

3 thoughts on “

  1. I have read your article carefully and I agree with you very much. This has provided a great help for my thesis writing, and I will seriously improve it. However, I don’t know much about a certain place. Can you help me?

Leave a Reply to binance account creation Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *