Hoax Lagi dilempar melalui Debat

Debat Capres: 6 Hoax Yang Dilempar Prabowo – Sandiaga! Anjrit!
Ninanoor . 9 minutes ago . 5 min read .  0

Mungkin karena soal hoax begitu melekat dalam diri pasangan Prabowo – Sandiaga, maka ketika menyaksikan debat capres tadi malam, yang saya tunggu-tunggu adalah ketika ada hoax yang dilempar oleh Prabowo – Sandiaga. Benar juga, ada beberapa hal yang patut dicurigai, ketika disebut oleh Prabowo maupun Sandiaga. Ada juga yang langsung ketahuan sebagai hoax, karena pengetahuan umum saja. Akhirnya bisa dibuat sebuah daftar panjangnya, berikut ini.

Kepala Desa Dipenjara Karena Dukung Prabowo

Hal ini diungkap Prabowo ketika bicara tentang penegakan hukum. Dia mengatakan ada kepala desa di Jawa Timur yang ditangkap karena menyatakan dukungan terhadap Prabowo – Sandiaga.

Dilansir detik.com, kepala desa yang dimaksud adalah Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Suhartono. Suhartono atau Nono, yang dijatuhi hukuman 2 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Ia terbukti melakukan tindak pidana berupa tindakan yang menguntungkan peserta Pemilu 2019. Dia menggalang massa ibu-ibu di kampungnya untuk menyambut Sandiaga Uno di Jalan Desa Sampangagung, Minggu (21/10).

Di dalam persidangan, terungkap jumlah orang yang dikerahkan Nono mencapai 200 orang. Dia menghabiskan Rp 20 juta untuk menggelar acara penyambutan Sandiaga. Uang itu salah satunya dibagikan ke ibu-ibu yang datang dengan nilai Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, hingga Rp 100 ribu per orang.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Nono bersalah. Nono dijerat Pasal 490 juncto Pasal 282 UU Pemilu 7/2017 Sumber

Nelayan Karawang Dipersekusi

Sandiaga Uno menyebut nama seorang nelayan yang diduga menjadi korban persekusi. Namanya adalah Pak Najib, nelayan Pasir Putih, Cilamaya, Karawang. “Pak Najib, nelayan Pasir Putih, Cilamaya, Karawang, mengambil pasir mengambil mangrove. Namun, dipersekusi. Kasus besar naik, tapi kasus wong cilik dibiarkan,” kata Sandiaga dalam debat capres.

Liputan6.com menemukan rilis dari Media Center Prabowo Sandi bertanggal 3 Januari 2019. Isinya terkait kunjungan Sandiaga Uno di desa nelayan Pasir Putih, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Diceritakan bahwa Sandiaga bertemu dengan para nelayan dan bicara soal bantuan modal. Disebutkan nama Najib/Najibullah, namun tidak ada disebut soal persekusi.

“Najib mengaku menanam mangrove atau pohon bakau di pesisir pantai agar tercipta lingkungan yang asri sekaligus menjadi benteng alam menghindari abrasi.

“Ini hutan mangrove, masyarakat cari sendiri, beli sendiri, nanam sendiri. Tidak ada bantuan sama sekali sejak tiga tahun lalu Pak. Sekarang ada aturan baru, dilarang menanam sampai ke tengah. Bagaimana solusinya Pak,” ucap Najib.”

Sumber: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/3872525/cek-fakta-debat-pilpres-2019-pasangan-jokowi-maruf-vs-prabowo-sandi

https://news.detik.com/berita/d-4370031/nelayan-karawang-curhat-soal-bantuan-modal-ke-sandiaga

http://www.infoukmkarawang.co.id/info/nelayan-karawang-curhat-soal-bantuan-modal-ke-sandiaga/

Hoax lagi!

Gaji Gubernur Jawa Tengah

Berkaitan dengan tema korupsi, Prabowo menyebut gaji gubernur sebesar Rp 8 juta, dan dia menyebut Gubernur Jawa Tengah sebagai contohnya.

Memang banyak sekali informasi yang menyebut tentang gaji gubernur. Dilansir liputan6.com, menurut Keputusan Presiden RI No. 86 tahun 2001 menyebutkan besarnya tunjangan jabatan Kepala Daerah Provinsi adalah sebesar Rp 5,4 juta, lalu ada gaji gubernur sebesar Rp 3 juta sesuai Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan. Totalnya menjadi Rp 8,4 juta.

Namun, Prabowo tidak menyebutkan tunjangan operasional. Tunjangan operasional seorang gubernur mendapat tambahan dari PP Nomor 109 tahun 2000, yakni 0,12-0,15 dari Pendapatan Asli Daerah. Berdasarkan data resmi pemprov Jateng, PAD Jawa Tengah per 2017 mencapai Rp 12,5 triliun, sehingga jika dikalkulasikan tunjangan operasional gubernur sekitar Rp 15 miliar hingga Rp 18,75 miliar Sumber

Jawa Tengah Lebih Luas Dari Malaysia

Ini disebut Prabowo ketika dia menyinggung soal gaji gubernur. “Kemudian dia mengelola provinsi, umpamanya Jawa Tengah yang lebih besar dari Malaysia dengan APBD yang begitu besar, ini hal-hal yang tidak realistis,” kata Prabowo.

Secara pengetahuan umum di peta saja sudah kelihatan perbandingan antara Jawa Tengah dan Malaysia. Ya jelas jauh leboh luas Malaysia. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikcom, Kamis (17/1/2019), luas Jawa Tengah saat pengukuran tahun 2017 adalah 32.544,12 km persegi. Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 29 Kabupaten dan 6 Kota. Sementara itu, luas negara Malaysia mengutip website Badan Statistik Malaysia hingga tahun 2016 adalah 330.345 km persegi. Artinya, luas Malaysia hampir 10 kali luas Jawa Tengah Sumber

Nah, masih adakah hoax lain? Adaaaaa…..

Klaim Caleg Perempuan Gerindra Paling Banyak

Prabowo mengklaim bahwa Gerindra mempunyai caleg perempuan paling banyak, dengan angka hampir 40 %. “Kita punya sayap partai, Perempuan Indonesia Raya dan kita punya caleg perempuan terbanyak, undang-undang mewajibkan 30 persen, kita hampir 40% mungkin tidak sampai 40 (persen) tapi mendekati, “ kata Prabowo.

Dilansir detik.com, caleg perempuan dari Gerindra memang di angka 37 %, namun masih kalah dengan partai-partai lain, misalnya PKPI 55,93%, NasDem 38,26%, PSI 45,56%. Adapun partai yang paling banyak mengusung caleg perempuan untuk DPR RI adalah PSI Sumber

Klaim Sandiaga Soal Peringkat WTP

Ada sekilas Sandiaga menyebut soal peringkat WTP (wajar tanpa pengecualian) sebagai bagian dari pengalamannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Peringkat dari BPK itu diraih pada tahun 2018, atas laporan keuangan pemprov DKI Jakarta tahun 2017. Peran Anies dan Sandiaga di sana hampir nihil.

“Jadi pertama-tama kita ucapkan terima kasih juga kepada pemerintah sebelumnya, yaitu dari Pak Jokowi, Pak Ahok dan Pak Djarot. Karena ini kalau tidak rentetan dari situ, dengan perubahan sistem daripada pembayaran yang online, ini nggak akan terjadi di sini. Mungkin saat ini lah yang menerima sesuatu yang baik,” kata Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi pada Senin (28/5/2018)

https://news.detik.com/berita/4042532/dki-dapat-wtp-ketua-dprd-terima-kasih-jokowi-ahok-djarot

Dan tadi malam Sandiaga mengklaim WTP di depan Jokowi, wkwkwk….

Ya udah, nanti ditambah lagi kalau ketemu yang baru ya.

Demikian kura-kura, #JokowiLagi bersama Pak Kyai Ma’ruf Amin,

(Sekian)

One thought on “Hoax Lagi dilempar melalui Debat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *