TKN: Jokowi-KH Ma’ruf Menang KO
Oleh Markus Sihaloho | 18 Jan 2019 17:58
Jakarta – Pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf dinilai berhasil unggul dan meng-KO pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dalam debat pilpres 2019 bertema Hukum, Penegakkan HAM, Korupsi, dan Terorisme, Kamis (17/1) malam kemarin.
Menurut Wakil Ketua TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, tidak sukar untuk menilai siapa pihak yang unggul dalam debat antarcapres cawapres semalam. Parameternya sederhana, siapa diantara kedua kontestan yang sungguh-sungguh menjadikan visi misi kampanyenya sebagai sikap hidupnya. Dengan yang hanya menggunakan visi misi sebagai bahan retorika politik demi mencapai kekuasaan.
“Dan dari empat tema debat yang diusung KPU, saya memastikan Jokowi-Ma’ruf menang K.O dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,” kata Karding, Jumat (18/1).
Terkait isu tentang penyetaraan hak bagi kelompok difabel misalnya, Jokowi secara kongkrit menyatakan pemerintah sudah dan akan terus berupaya mewujudkannya. Contoh paling kongkrit adalah pemberian bonus yang sama besarnya bagi para atlet berprestasi Asian Paragames dengan atlet Asian Games.
Begitupun saat Jokowi menjelaskan langkah-langkah kongkritnya, kubu Prabowo-Sandiaga justru memberi jawaban yang terasa di luar konteks. Mereka menjadikan isu ekonomi sebagai solusi mengatasi masalah diskriminasi bagi kaum difabel dan bahkan sebagai solusi mengatasi terorisme.
“Padahal riset paling mutakhir menunjukkan fakta bahwa terorisme bukan perkara kesejahteraan. Sejumlah pelakunya bahkan berasal dari keluarga kelas menengah. Ibarat pepatah retorika Prabowo Sandi itu: Jaka Sembung Naik Ojek, gak nyambung Jek,” ujar Karding.
Topik tentang korupsi juga sangat terasa Jokowi-Ma’ruf jauh lebih unggul. Jokowi melihat korupsi sebagai persoalan mentalitas. Untuk itu penyelesainnya harus dilakukan dengan sistem mulai dari rekruitmen pegawai dan pejabat negara yang berasaskan meritokrasi hingga efisiensi birokrasi. Sementara Prabowo justru ingin menaikkan gaji para pejabat sebagai solusi megatasi korupsi.
“Prabowo menihilkan kenyataan bahwa banyak pejabat yg terjerat korupsi adalah mereka yang punya harta kekayaan fantastis,” kata dia.
Selain itu Jokowi juga memberi contoh bagaimana ia membangun kultur anti-KKN di lingkungan keluarganya. Ini terbukti dari anaknya yang tidak lolos tes CPNS dan tidak ada yang bermain dalam proyek negara. Sehingga ia relatif tidak memiliki beban untuk menjalankan sekaligus mengontrol roda pemerintahan yang bersih dan baik.
“Saya tidak perlu menyinggung apakah Prabowo-Sandiaga melakukan hal yang sama dengan Jokowi, biarlah publik yang menilai sendiri rekam jejak karir dan bisnis mereka di masa lalu,” katanya.
“Yang jelas, Prabowo sebagai ketua umum partai turut berperan dalam menandatangani lolosnya mantan napi korupsi sebagai caleg-caleg partainya.”
Sumber : BeritaSatu.com