Kisah PNS Zaman Now

KabarIndonesia – Anak pertama dari 8 orang laki-laki bersaudara ini lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya almarhum St.Enos Waldemar Butarbutar bekerja sebagai petani penggarap sambil tukang jahit pakaian dan almarhum Ibunya Tiur Herdina br.Siahaan semasa hidupnya tinggal di desa Raja Maligas I Kecamatan Hutabayu Kabupaten Simalungun.  Hal yang tidak terlupakan dari kehidupan bersama orangtuanya adalah terlahir tanpa saudara perempuan, dan adiknya si bungsu lahir setelah ayahnya meninggal.

Dituturkan, bahwa semasa hidup kedua orang tuanya, ayahnya meninggal dunia di usia muda tahun 1980, saat dia baru masuk menjadi CPNS. Sang Ayah meninggalkan Ibunya menjadi seorang single parent mencari nafkah untuk kebutuhan hidup bersama adik-adiknya yang masih bayi dan sekolah di kota.  Puji Tuhan, dengan kekuatan dan ridha-Nya, mereka bersaudara dapat menyandang gelar sarjana. Ibunya meninggal dunia Agustus 2016, saat dia akan mengikuti self assessment dan fit propert test untuk menduduki jabatan eselon II. Dengan nama (baptis) Danny Melani Michler Hotpantolo Butarbutar, lahir di Raja Maligas I, Simalungun pada bulan September tahun 1957. Tahun 2017 yang lalu, purna bakti sebagai Aparatur Sipil Negara pada batas usia maksimum 60 tahun dengan masa kerja 40 tahun lebih dengan pangkat (pensiun) Pembina Utama Madya (IV/d). Terakhir bertugas sebagai Staf Ahli Bupati Samosir sekaligus sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Samosir (November 2014-Januari 2017).

Awal bekerja sebagai  CPNS tahun 1976 di kantor Camat Simanindo kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dengan pangkat/ golongan Juru Muda Tingkat I (I/b). Tahun 1991 usai memperoleh pendidikan sarjana tugas belajar di USU Medan, pindah bertugas di Tarutung hingga tahun 2006 dan tahun 2007 pindah tugas kembali ke pemkab Samosir hingga purna bakti.

Melani yang mengecap pendidikan (atas biaya orangtua) sejak SD hingga lulus SMA Neg.I Pematang Siantar tahun 1975, setahun kemudian diterima sebagai cpns. Saat bekerja, dia mendapat kesempatan untuk tugas belajar di APDN Medan lulus tahun 1984, dilanjutkan Sarjana dari Fisipol USU tahun 1990 dan Pasca Sarjana (MM) dari USU Medan tahun 2005.

Menikah dengan Rusmida Sidabutar pada bulan Juli 1980 telah dikaruniai 3 orang putra, 2 orang putri.  Anak pertama telah menikah, anak kedua (telah menghadap sang Khalik tahun 2015). Kelima putra/putrinya telah lulus sarjana dan bekerja dan anak pertama telah menikah dan mempunyai seorang putri, yang sekaligus menjadi cucu pertamanya.          

Pengalaman setelah pindah dari Samosir tahun 1991 bekerja di kantor Bupati Tapanuli Utara di  Tarutung sebagai Kepala Bagian hingga  jabatan Asisten Sekda tahun 2005-2006, kemudian dia pindah ke Samosir tahun 2007 (menduduki jabatan sebagai Asisten Pemerintahan, Plt. Kepala Dinas Pendapatan/Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya , Staf Ahli Bupati dan terakhir Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  Kabupaten Samosir.

Dengan kesadaran bahwa PNS adalah pelayan masyarakat, maka sejak awal menjadi pegawai berusaha untuk melayani dan memberi yang terbaik, belajar dan belajar. Dengan motto bahwa persahabatan jangan pernah diukur dengan materi, maka dia berusaha untuk membangun komunikasi dan kebersamaan dengan para rekan-staf dan masyarakat. Menurutnya jabatan itu adalah amanah dan tugas kewajiban sehingga tidak perlu terlalu dikejar dan tidak dianggap sebagai kekuasaan.

Hubungan kerja dan pribadi untuk kalangan media maupun lembaga kemasyarakatan juga selalu dibinanya dengan baik. Menurutnya untuk menjadi seorang wartawan harus memahami diri sebagai seorang mediator dan komunikator yang baik. Terkait tentang status sebagai junalis, dia berpedoman pada prinsip “tulislah apa yang kamu ketahui dan pikirkan, belajarlah atas apa yang kamu alami dan rasakan, tetaplah bertindak sesuai aturan, etika dan nilai-nilai budaya masyarakat”,  

Pemahamannya sebagai penulis sesungguhnya sudah dimulai sejak SMP, lebih diperkuat lagi setelah menjadi mahasiswa, dia melengkapi dirinya dengan hobby membaca.  Saat duduk sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol di kantor Bupati Tapanuli Utara Tarutung, dia belajar memahami jurnalistik dari membaca koran, membaca artikel hingga membuat relis dari lembaga resmi.
Dengan status selaku public relation (humas) dan pejabat protokoler, dia implementasikan melalui tugas mengatur jalannya tata-upacara, sebagai pembawa acara (MC-master of ceremony), menulis pidato-arahan-sambutan Bupati (10 tahun), juga menerbitkan sebuah majalah internal  “Tapanuli Utara Membangun”, pada waktu itu menjadi satu-satunya majalah internal yang diterbitkan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.            

Bergabung dengan HOKI sebagai pewarta/journalism tahun 2008 ketika menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata.  Buah kesadaran atas tugas bahwa peningkatan pengembangan kepariwisataan di Samosir tidak terlepas dari berita dan promosi, Tahun itu juga dia membuat sebuah blog dengan judul  www.scalatoba.blog.spot  (scala= samosir culture and lake toba) yang masih aktif hingga saat ini;              

Menjalankan tugas sebagai pewarta dan editor HOKI, dia membangun komunikasi dengan berbagai komunitas di masyarakat, lembaga pendidikan dan mempromosikan HOKI ke rekan-rekannya yang masih bertugas di pemerintahan (bagian humas, kominfo), juga membangun hubungan dengan semua warga melalui media sosial seperti facebook, whatsapp, atau media online lain. Tentu hubungan komunikasi ini dirancang dengan sikap kehati-hatian, jangan sampai melanggar aturan, etika-moral-budaya yang berlaku.          

Pasca purna bakti sebagai PNS, menjadi koordinator divisi sosialisasi-edukasi Geopark Kaldera Toba di geoarea Samosir, nara sumber pada pertemuan/rapat, bergabung di komunitas tokoh masyarakat, komunitas tatakelola destinasi pariwisata, komunitas lembaga gereja/ lembaga keagamaan, dan menjadi pembina di sekolah swasta milik Gereja di kawasan tempat tinggalnya.              

Saat ini dia tinggal bersama isteri di kawasan wisata danau toba, desa Ambarita, Kecamatan Simanindo. Disana lah Danny Melani Butarbutar mengelola “tugas” sebagai pewarta HOKI. Selama hampir 10 tahun bergabung dengan HOKI, dia pernah terpilih sebagai TOP REPORTER HOKI ***        

One thought on “Kisah PNS Zaman Now

  1. Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *