PATORTOR BATAHI oleh Pahala Tua Simbolon
BATAHI adalah bahasa batak toba yg dalam bahasa Indonesia disebut cemeti atau pecut atau cambuk yg fungsinya sebagai alat pukul dan biasanya dipakai utk mengendalikan ternak kerbau,lembu atau kuda dan peliharaan lainnya.
Dalam masyarakat Batak,batahi biasanya terbuat dari bambu kecil yg cabangnya dipotong hingga lurus yg panjangnya antara 100cm-150cm dan biasanya dipakai oleh parmahan (penggembala) utk mangolai (mengendalikan) ternaknya saat membawa ke jampalan (padang rumput) dan atau saat mengarahkan ke onan (pasar) ketika hendak di jual.
Batahi jg dipakai utk mengendalikan kerbau ketika membajak di sawah dan atau saat mengangkat beban atau perbekalan.
Patortor batahi adalah budaya yg berlaku di beberapa daerah ditengah masyarakat batak toba salah satunya di bius Pangururan Samosir.
(bius adalah suatu wilayah yg mempunyai otoritas adat tersendiri,sementara bius Pangururan terdiri dari tiga kelompok marga yg disebut turpuk yaitu turpuk Naibaho,turpuk Sitanggang dan turpuk Simbolon.
Pemberlakuan adat diketiga kelompok marga ini adalah seragam)
Pada umumnya patortor batahi dilaksanakan pada saat mangkuling ogung sabangunan jala marsimorot di tonga ni alaman (memainkan seperangkat alat musik gendang dan mengikatkan seekor kerbau atau lembu di tengah pekarangan) ketika pesta adat saur matua dan atau pesta adat mangongkal holi.
Saur matua adalah orangtua yg meninggal dgn meninggalkan keturunannya baik anak laki-laki maupun anak perempuan telah berumah tangga.
Mangongkal holi adalah mengangkat atau menggali tulang belulang para leluhur dari dalam tanah dan ditempatkan pada tempat yg lebih layak yg biasanya dgn membangun tugu yg diberi lobang khusus tempat penyimpanan tulang belulang tsb.
Yang patortorhon batahi adalah boru (kelompok keluarga anak perempuan) saat menyampaikan tumpak (bantuan atau sumbangan kpd pihak yg berpesta utk membantu pembiayaan pesta yg diberikan dalam bentuk uang atau boleh juga berupa beras ataupun ternak) kepada suhut bolon (pihak yg menyelenggarakan pesta yg terdiri dari kelompok anak laki-laki dari orang tua yg meninggal atau keturunan laki-laki dari para leluhur yg digali)
Batahi yg dipatortor terbuat dari bambu kecil yg bercabang-cabang lalu diantara ruas ke ruas dibelah kemudian di selipkan uang kertas kedalam belahan tsb.
Untuk kondisi saat ini,lembaran uang yg diselipkan biasanya mulai dari tukaran dua puluh ribu,lima puluh ribu dan seratus ribu rupiah.
Dengan ritual tersendiri,batahi yg telah dipenuhi lembaran uang kertas tsb dibawa mangaliat/melingkari borotan(kerbau atau lembu yg diikat ditengah halaman) dgn cara manortor dan batahi juga dibuat menari-nari mengikuti irama gondang yg sebelumnya telah di minta utk dimainkan.
Setelah melingkar beberapa kali,boleh satu kali atau tiga kali lalu diserahkan kepada suhut bolon dan oleh suhut bolon dibawa kembali melingkar dgn tetap suasana manortor yg selanjutnya diserahkan kpd parmeja (petugas yg ditugasi menerima segala bentuk pemberian dipesta tsb dan membuat catatan,biasanya petugas ini adalah dari kelompok boru).
Diakhir acara,pihak suhut bolon menyampaikan ucapan terima kasih dan hata pasu-pasu (kata pemberkatan) kpd pihak boru yg telah memberikan tumpak dan ada juga ditambah dgn pemberian ulos.
Patortor batahi ini masih lestari sampai saat ini khususnya di bius adat Pangururan Samosir.
Horas.
********
Artia mula ni ari,sipaha sada mula ni bulan.
Sai tubu ma anak namalo mansari dohot boru naboi pangalu aluan.
********