ICTUS Kalung Emas Menjalani Waktu Kehidupan Tahun 2019

ICTUS Kalung Emas Menjalani Waktu Kehidupan Tahun 2019

KabarIndonesia – Kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan. Ketiganya akan berjalan terus menerus tanpa dapat dihentikanm bergulir seiring perjalanan hidup jagad raya. Manusia menyebut ketiganya sebagai zona waktu, kemarin telah berlalu, hari ini sedang bergerak dan akan berganti dengan hari esok, berjalan linier (tidak berputar), hingga hari-hari tidak dapat kembali.

Bagi orang-orang yang memiliki banyak kesibukan, waktu terkadang terasa berjalan begitu cepat bahkan boleh jadi serasa waktu tidak cukup. Sebaliknya waktu akan terasa begitu lambat bagi mereka yang suka bermalas-malasan, juga bagi orang yang sedang menunggu sesuatu yang didambakan.

Tiga tahun lalu kami menangisi kepergian seorang anak dan sahabat yang kami cintai dan bulan Desember 2018 kami juga kehilangan adik yang seorang pendeta meninggalkan isteri dan anak-anaknya. Kini kami merasa waktu berjalan dan berlalu cepat.

Begitulah adanya, waktu terus berlalu, mereka tidaklah sedang menunggu atau pun mengejar sesuatu. Pergi tidak untuk kembali, apalagi akan menapaki masa depan di bumi. Memang demikuanlah Sang Pencipta telah sejak awal mula menetapkan “waktu” buat setiap ciptaanNya. Ada waktu lahir/tumbuh, remaja, dewasa dan mati/layu dan kembali ke tanah.

Memang, kita hidup bersamaan namun ‘time zone’ setiap orang tidak selalu sama, sebagaimana kesempatan dan peluang bagi setiap orang tidak juga sama. Anak, adik, sahabat/teman kami itu telah mengakhiri waktu dan kehidupan serta pertandingannya di dunia. Ia memasuki keabadian waktu yang infinitif-unlimited bersama Sang Kekal. Tak terbayangkan begitu cepatnya hari-hari mereka berlalu dan berhenti, meninggalkan orang-orang yang mengasihi dalam rajut kenangan, menghentikan asa dihari depan (waktu) tak terbatas.

Kita tiba di awal tahun 2019 menurut kalender Masehi (international-universal calendar) dan bahkan kini kita melangkah menapaki tangga hari (365 hari dalam setahun). Saat seperti ini, kita menghitung hari dan menghitung waktu. Budaya manusia menciptakan pembagian waktu dalam setting detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun, bahkan hingga sewindu, dekade, jubileum, centenary (abad), hingga milenium. Tiap ‘waktu’ menghadirkan cerita, pelaku/pemeran,  dan generasinya sendiri-sendiri hingga kesudahan/akhir zaman.

Waktu menjadi takaran akan keberhasilan pun kegagalan kita dengan peran yang dimiliki masing-masing. Setiap orang punya target, sasaran dan capaian. Ada yang targetnya untuk jangka panjang dan ia akan bergerak dan bertindak sesuai kebutuhannya. Ada yang targetnya hanya sesaat atau satu periode dari suatu jabatan atau karir, lalu ia pun akan bersikap dan berperilaku sesuai targetnya. Itu sebabnya ada orang yang karena targetnya menjadi bersikap lain dari pribadi yang sesungguhnya. Maka dikenallah misalnya istilah “baik dadakan” (tiba-tiba menjadi baik) karena ada maunya dan targetnya. Padahal yang namanya kebaikan itu adalah citra Ilahi yang mestinya berlaku abadi dan berlaku sepanjang hari, tanpa basa-basi tetapi keluar dari hati.

Kita bergerak dalam momen yakni waktu yang berjalan linear terus sampai tiba pada batas waktu dan sesudahnya adalah ‘unlimited of time’ dan itu otoritas Sang Pemilik waktu sendiri. Hidup adalah waktu, kesempatan dan karenanya harus dimanfaatkan

ICTUS

Memahami waktu yang bergulir terus tanpa henti dan di zaman now ini waktu seakan berjalan semakin cepat, maka hidup bermasyarakat-bernegara-beragama selayaknyalah mengunakan nilai yang terkandung dalam ICTUS. Dalam bahasa Ibrani, Ictus artinya Ikan yang dijadikan simbol hidup dan kehidupan.

Dengan menggunakan 5 nilai yang terkandung dalam Ictus, menjadi prinsip hidup insan berdampingan. Dengan Ictus, kita berharap kehidupan umat manusia memanfaatkan waktu untuk menjadi lebih baik. Target kehidupan diharap akan dapat tercapai (aman, nyaman, sejahtera dan beriman).

Innovation, innovatif diartikan sebagai ada penemuan baru, kreatifitas. Dapat juga disebut reka baru yang diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa). Proses, dan/atau sistem yang baru, memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Dengan demikian inovasi merupakan suatu proses kreatif dan interaktif yang melibatkan kelembagaan pasar dan non-pasar. Inovasi/reka baru adalah transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru.  Inovasi merupakan eksploitasi yang berhasil dari suatu gagasan baru (the successful exploitation of a new idea), atau dengan kata lain merupakan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan teknologis dan pengalaman untuk menciptakan produk, proses dan jasa baru;

Jika kita mengamati perkembangan teknologi di zaman now ini, sangat banyak inovasi yang beredar di pasaran. Teknologi komunikasi misalnya telah berkembang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan satu hal saja, tetapi dengan satu perangkat dapat dilakukan swafoto, streaming/siaran langsung, video, bahkan memantau seseorang di perjalanan (berbagi posisi).

Di tahun 2019, setiap orang dituntut untuk berinovasi dalam menapaki jalan kehidupannya, jika tidak dia akan tertinggal jauh, bahkan kehilangan kesempatan untuk turut serta berperan dalam pengembangan kehidupan insan dunia.

Credible (kredibel = bertanggungjawab, komitmen diri) adalah kekuatan atau kemampuan untuk membuktikan dan mendapatkan kepercayaan orang lain. Seorang disebut kredibel karena dapat dipercaya, diyakini memiliki kemampuan untuk menyatakan kebenaran. Biasanya seorang yang kredibel dipakai sebagai saksi pada persidangan, perjanjian.

Kredibilitas seseorang diketahui dari sesuatu yang dikatakannya sebagai sesuatu yang benar, dia dapat meyakinkan bahwa sesuatu tindakan itu benar atau salah, palsu/bohong atau fakta-realita. Seorang disebut kredibel, artinya sungguh sungguh dapat mempertanggungjawabkan apa yang dikatakan dan tindakannya, tidak menggeser kepada orang lain.

Di tahun 2019 yang kita sebut tahun politik (pemilu), negeri kita ingin memilih atau mendapatkan orang-orang yang kredibel, komit akan perkataan dan bertanggungjawab. Orang-orang kredibel pasti akan berupaya memberhasilkan tugasnya, kompetensinya demi warga masyarakat.

Togetherness (kebersamaan, kompak, bersama-sama melakukan, menikmati, merasakan). Kebersamaan dalam menggapai kepentingan bersama adalah sesuatu yang baik dan akan mengesampingkan ego/kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.  Dalam istilah lain disebut juga bersinerji, sehingga semua kegiatan memberi hasil baik dan bermanfaat bagi sesama. Didalam kebersamaan dan sinergitas dapat membuang rasa iri benci, malah sebaliknya timbul rasa senasib sepenanggungan. Seberat apapun beban, sebesar apapun tantangan dengan kebersamaan pasti dapat dipikul dan diselesaikan dengan tuntas.

Unity (persatuan) yang juga menyiratkan kesatuan, seperti dalam semangat, tujuan, minat, perasaan,  dari apa yang terdiri dari beragam elemen atau individu [persatuan nasional]. Serikat pekerja menyiratkan keadaan dipersatukan menjadi satu organisasi tunggal untuk tujuan bersama [serikat buruh]; Dengan persatuan dan kesatuan akan memunculkan solidaritas.

Solidarity (solidaritas) menyiratkan kesatuan yang kuat dan lengkap dalam suatu organisasi, kelompok, kelas, untuk menjadikan kekuatan yang paling besar dalam pengaruh, tindakan. Solidaritas adalah rasa kesatuan kepentingan, rasa simpati, sebagai salah satu anggota dari kelas yang sama. atau bisa di artikan perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) pengertian solidaritas sendiri merupakan suatu sifat yang dimiliki manusia secara solider atau suatu perasaan setia kawan terhadap orang lain maupun kelompok. Rasa setia kawan yang dimiliki oleh seseorang terhadap orang lain maupun kelompok dapat membuat seseorang tersebut rela berkorban demi orang lain maupun kelompok tanpa adanya rasa paksaan di dalam dirinya.

Solidaritas (simpati-empati) merupakan suatu sikap yang dimiliki oleh manusia dalam kaitannya dengan ungkapan perasaan manusia atas rasa senasib dan sepenanggungan terhadap orang lain maupun kelompok. Makna solidaritas dekat dengan makna rasa simpati dan empati karena didasarkan atas rasa kepedulian terhadap orang lain maupun kelompok. Pembedanya, rasa solidaritas ini tumbuh di dalam diri manusia karena adanya rasa kebersamaan dalam kurun waktu tertentu.

Rasa solidaritas erat kaitannya dengan rasa harga diri seseorang maupun harga diri kelompok. Rasa solidaritas yang tumbuh di dalam diri manusia untuk kelangsungan hubungannya dengan orang lain maupun kelompoknya dapat menjadikan rasa persatuan yang dimiliki menjadi lebih kuat dan mantap. Rasa solidaritas yang dimiliki oleh seseorang terhadap orang lain maupun kelompoknya adalah suatu bentuk ungkapan dari penerapan prinsip hidup negara kita (Pancasila).

Inovatif, Kredibel, Kebersamaan, Persatuan dan Solidaritas, adalah lima nilai atau prinsip yang mestinya kita pakai buat membangun diri pribadi, keluarga, generasi dan masyarakat. Negeri kita yang bhinneka adalah kekuatan dan kekayaan yang kita miliki yang akan semakin dahsyat jika kita bangun dengan lima nilai ICTUS tersebut (Innovation, Credibility, Togetherness, Unity and Solidarity). Semoga.

One thought on “ICTUS Kalung Emas Menjalani Waktu Kehidupan Tahun 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *